Sejumlah
Mahasiswa dari Hima Kesejahteraan Sosial FISIP UNIB berkolaborasi dengan
Satuan Pekerja Sosial Anak (SAKTI PEKSOS) kKementerian RI Provinsi
Bengkulu untuk melakukan kegiatan Trauma Healing pada anak-anak
korban banjir yang berlokasi di Tanjung Agung daerah kawasan sungai
Serut (Kota Bengkulu).
Kegiatan
trauma healing ini merupakan kegiatan kedua yang dilakukan oleh himpunan
mahasiswa kesejahteraan sosial dalam menanggapi bencana alam yang baru
saja terjadi di Provinsi Bengkulu. Kegiatan partisipasi yang semoga
bermanfaat untuk anak-anak
korban banjir yang mengalami trauma.
Sejumlah
mahasiswa dari kesejahteraan sosial diperkuat dengan tiga orang petugas dari pekerja dinas Sosial Provinsi Bengkulu.
Anak-anak
sangat antusias dengan adanya kegiatan trauma healing, terbukti total 57
anak yang mengikuti kegiatan tersebut dan mampu menikmati materi yang
dibawa
oleh para volunteer.
Tim pekerja
sosial berharap dengan adanya kegiatan trauma healing bagi anak korban banjir
ini semoga dapat menghibur, agar anak-anak tidak lagi merasakan trauma atas
musibah banjir yang pekan lalu melanda sejumlah wilayah yang ada di provinsi Bengkulu.
 |
| potret anak-anak yang sangat atusias |
Sesuai namanya, acara ini adalah "layanan dukungan psikososial bagi anak" yang
dilakukan oleh para
mahasiswa dan pekerja sosial betujuan dengan adanya layanan ini
diharapkan dapat mengurangi kecemasan, serta kekhawaritan akibat
bencana, sehingga tidak berpengaruh negatif terhadap perilaku sosial
atau interaksi sosial anak-anak.
 |
| Anak-anak kembali ceria orang tua pun
hilang kekhawatiran |
Anak-anak dalam kegiatan ini dilibatkan secara penuh dalam berbagai macam aktivitas yang pada intinya membuat mereka
gembira, mengurangi trauma, dan diajak beraktivitas yang bersifat edukatif dan
kreatif seperti membuat origami dan bernyanyi.
Dengan menghibur anak-anak,
kegiatan dilakukan secara terstruktur, terencana dan terjadwal. Penanganan
terhadap anak terorganisasikan dengan baik. Dari mulai jadwal, klaster berdasarkan
usia, dan jenis kegiatan. setelah acara ditutup, para peksos memberikan
bingkisan berupa makanan ringan kepada anak-anak tersebut.
Rencananya, kegiatan ini akan terus dilanjutkan mengingat masih ada
beberpa titik di posko bencana alam yang belum dikunjungi oleh para
peksos. Tim berharap, semoga kegiatan ini bisa terus berlangsung tanpa
hambatan yang berarti.
“Seperti
yang kita tahu, bahwa selain bantuan bencana berupa sembako dan pakaian layak
pakai, bantuan terapi untuk menyentuh sisi psikologis dan sisi psikis para korban terutama anak-anak suatu bencana
tidak boleh terabaikan"
Untuk kalian,
adik-adik yang selama ini menjadi korban dari bencana alam: "Kalian harus tumbuh
dan jadilah kuat. Percayalah bahwa kalian tidak sendiri menghadapi musibah
banjir ini, ada kakak-kakakmu disini yang senantiasa perduli"
Berbicara
tentang trauma healling, ini kata ibu “Rena Yulia”(dosen untirta), "dalam
suatu bencana, selain wujud kepedulian terhadap korban, turun lapangan
seharusnya juga menjadi tugas kaum akademisi dalam rangka pengabdian kepada
masyarakat.
Memang
benar, kegiatan ini juga menjadi salah satu tanggung jawab mahasiswa sebagai
kaum akademisi dalam mewujudkan tri darma perguruan tinggi, mengajak kita untuk
berperan aktif dalam pengabdian masyarakat.
Belum ada tanggapan untuk "Kesejahteraan Sosial UNIB Adakan Layanan Psikososial Bagi Anak-anak Korban Banjir Kota Bengkulu"
Posting Komentar